Belakangan sempat ramai di tiktok. Entah ramai atau bukan, yang pasti lewat FYP-ku beberapa kali, algorithm works. Ada salah satu vt yang 'menjual' salah satu mahasantri di kampusku dulu, alumni pondok pesantren yang sama denganku. Menjual? Atau cari atensi? Secara singkat isinya tersirat 'ini loh ustadz ganteng dari pondok blablabla, kelahiran blablabla, dosen blablabla, lagi cari jodoh'. Entah kenapa banyak yang beranggapan kalau alumni pondok ini adalah idaman. Ramailah vt tersebut, diisi komenan para perempuan yang (menurut saya) terpesona pada lelaki sholih ini. Ada yang berharap dijadikan pasangan hidup, ada yang merendah/ insecure karena berpikir "Ga mungkin lelaki kayak gini mau sama saya, beda level", ada juga yang sekedar merespon dengan "subhanAllah, masyaAllah, dst". Apakah itu pujian? Entah apa yang dipuji. Tapi ada juga yang bertolak belakang, "Kalo cari jodoh harus ya diposting kayak gitu? pake video jedag-jedug". Beragam respon, vt tersebut viral. Kemudian si empunya akun melakukan hal yang sama kedua, ketiga kalinya, memposting vt asatidz lain. Sempat dibahas di grup marhalah saya, dengan respon yang sudah diduga, semua tidak setuju. Mengingat santri dan mahasiswa pondok kami dibatasi untuk bersosial media, pun dari pihak pondok juga tidak aktif bersosial media. Siapa sih 'ustadz' yang ngelakuin hal yang ngga pantas begini? Jual tampang? Jual nama pondok? Biar viral? Biar akunnya rame? Sangat disayangkan karena yang dilakukan bertentangan dengan nilai pondok. Miris. Esok harinya muncul thread di twitter yang menjelaskan kalau vt tersebut tidak legit, orang iseng yang memposting foto orang lain. Bukan ustadz-ustadz tersebut yang menginginkan, tapi si empunya akun yang cari atensi pakai foto ustadz-ustadz rupawan tanpa seizin pemilik foto.
| source: pinterest |
Berikutnya, ada influencer lelaki muslim yang bisa dikatakan rupawan (atau mungkin ini persepsi saya). Postingannya baik, kepribadiannya baik, tersirat agamanya baik dari perilaku dan postingannya yang berisi dakwah dan pengingat bagi sesama muslim. Tipe ideal yang menyenangkan untuk diidam-idamkan, sepertinya. Yah kalau dipikir-pikir, siapa sih yang ngga suka? Influencer tersebut punya akun tiktok dan channel telegram dengan banyak followers yang (terlihat) sebagian besar perempuan. Kok tau? Atau sok tau? Dari observasi ala-ala, karena saya pun adalah salah satu followernya. Setiap ada postingan baru yang membahas tentang agama, komentar yang terlihat adalah berlomba-lomba merespon dengan 'first, first, hai, komen pertama nih, sip, oke'. Tidak aneh juga sebenarnya, tipikal netizen tiktok memang seperti itu, bukan di akun tiktok orang ini saja. Tapi semoga saja followersnya tetap bisa mengambil hikmah dan nilai dari postingan yang dia share.
Lagi, beberapa kali melihat ramai cuitan orang yang memiliki kriteria pasangan idaman 'cowok sholeh, sholat lima waktu, rajin baca Qur'an, dst. Ramai juga cuitan ini, karena banyak (perempuan) yang setuju dan punya harapan yang sama. Tapi ada juga yang tidak sependapat (biasanya lelaki) yang intinya dia bilang "Cari cowok kok spek nabi".
Ada dinamika terlihat, menurut saya (lagi). Saya kira banyak orang yang anti dengan orang beragama dan/ fanatik dengan agama. Tapi diluar itu tetap banyak orang yang menyukai orang beragama. Dari beberapa yang saya lihat disini, pemerannya adalah perempuan kepada lelaki sholih. Bahasa lainnya, kagum pada cowok sholih. Bahasa kasarnya, (maaf) kesemsem sama cowok sholih. Apakah aneh? Siapa sih yang tidak berharap menginginkan jodoh orang dengan agama yang baik? Kalaupun ada juga yaa, mungkin memang beda value. Tapi saya juga berharap kalaupun ada influencer yang membuat konten agama agar tetap lurus niatnya Lillah. Karena respon netizen rawan juga kalau dipikir-pikir.
Selain berharap, yang harusnya juga dipersiapkan adalah sudah pantaskah untuk berharap? Mengingat jodoh adalah cerminan diri. Daripada sibuk mengejar, sibuk reply di media sosial, atau malah merendah diri karena merasa tidak pantas kemudian menurunkan standar, bukannya lebih baik untuk memantaskan diri? Kalau sudah baik dan pantas, bukan tidak mungkin kamu yang akan dikejar (agak kepedean, tapi gapapa). Masalah jodoh biar Allah yang tentukan, semoga dapat yang terbaik. Ikhtiar tetap jalan. Ikhtiar dengan memantaskan diri, dan mencari dengan cara yang baik dan diridhoi.
Ushiikum wa iyyaya. Stay halal <3
Salam, Dew.

Tidak ada komentar: