Di waktu ini, semua orang punya gadget, benar? oke ngga semua, tapi sebagian besar. Bahkan membaca tulisan di blog ini, pasti menggunakan smartphonet, atau pc. Dari koneksi internet dan media sosial yang semakin mudah diakses, dunia jadi semakin sempit. Bayangkan, bagaimana bisa orang saling bertemu padahal tinggal di belahan bumi berbeda. Paling tidak, berbeda kota dalam satu pulau, wkwk. Pesan terkirim dalam hitungan detik, semudah itu dunia jadi sesempit ini. Media sosial adalah tempat paling mudah bagi kita untuk menemukan orang baru. Siapa saja bisa bertemu dan berkenalan, kemudian menjalin hubungan yang dimulai dari sekedar interaksi di media sosial.
Sebenarnya aku mau nulis pengalaman pribadi. Sebenarnya pengalaman biasa, bukan pengalaman yang patut dibanggakan. Tapi buatku pribadi, cukup memberi pelajaran. Cerita tentang suatu kejadian unik, yang dirasa tidak masuk akal. Dan sebenarnya memang benar tidak masuk akal. Tapi siapa sangka, banyak hal diluar dugaan terjadi, who knows?
Aku itu perempuan aneh, susah berinteraksi sama makhluk bernama laki-laki. Cerita lebih panjangnya sudah kutuang di tulisan sebelumya, mungkin tertarik baca disini. Dimulai sejak tahun 2020, pandemi datang. Kuliah menjadi daring. Kuliah di rumah, banyak mata kuliah yang dijadikan tugas, membuatku banyak punya waktu kosong. Dan akhirnya aku banyak main smartphone, scroll medsos, dan hal unfaedah lainnya.
Ketika itu, pertengahan tahun 2020, tepatnya bulan Juni. Ya, hampir setahun yang lalu. Aku ketemu dia di salah satu menfess di twitter. Jujur main twitter memang addictive banget, apalagi buat aku yang newbie. Setelah itu lanjutlah dia DM aku. Dan karena orangnya enak buat chat, kita ngga pernah kehabisan topik buat dibahas. Dan akhirnya mikir, oh ini rasanya nyaman ketika ketemu orang. Aneh kan? Aneh banget!
Setelah itu move lah ke line, lebih intens dan fiturnya lebih enak disana. Dan makin lama, makin seru dan nyaman. Aneh, gila. Padahal belum pernah ketemu loh? Dan aku ngga seterbuka itu buat telponan, video call, atau ngirim foto. Masih aneh buatku. Tapi kalo chat, aku lumayan banyak bacot. Rasanya aneh, padahal aku orang yang pendiam. Tapi kalo sama dia, ngga pernah kehabisan bahan. Wkwk.
Tapi ngga lama kemudian, bangkai akhirnya tercium juga. Ternyata dia bukan lelaki baik. panjang ceritanya, intinya aku dibohongi dan ada pihak lain yg juga dibohongi. Perempuan mana yg ngga sakit hati? Dan sekarang udah putus kontak, alhamdulilah. Udahlah, males juga buat diingat. Jijik. Hebat banget dia bisa bikin orang sesakit hati ini. Lupakan.
Yang masih kupikirkan, bisa-bisanya aku suka sama orang itu. Padahal belum pernah ketemu. Cuma interaksi lewat chat. Aneh banget. Dan aku merasa, mungkin aku yang terlalu baperan. Mungkin kalo dulu aku ngga baper, ngga bakal jadi sesedih ini. Tapi kan, ya gimana sih namanya perempuan yang belum pernah pacaran? (nyari pembelaan, lebay).
Tapi pada akhirnya tetap aku yang salah, kenapa aku sempat selemah itu. Padahal dia cuma ngirim tulisan, tapi aku balas perasaan. Tidak, kami saling mengirim pesan, dan saling jatuh ke perasaan. Tapi ternyata memang ngga baik buat dilanjutkan. Iya aku yang salah, dan selamanya salah. Aku menyesal, dan aku minta maaf untuk semua pihak yang tersakiti.
Ternyata 'cinta' seindah itu, dan sesakit itu. Jangan mulai kalau ngga bisa bertanggung jawab. Termasuk tanggung jawab ke diri sendiri. Gausah ngoyo, kalo ada dengan cara yang baik, alhamdulillah. Kalo ngga ada, ya gapapa juga. Mungkin belum waktunya.
Habis baca ulang, kenapa tulisanku baku banget disini, wkwk. Padahal artikel ilmiah juga bukan. Soon lah kutulis dengan lebih nyantai~
Salam, dew.
Reviewed by dew
on
Juni 04, 2021
Rating:


Tidak ada komentar: