(disclaimer: reposted from my twit acc). Tahun 2020 adalah tahun yang belakangan ini paling boros dan
konsumtif buatku pribadi. Apa ya sebabnya? Lebih gabut dari tahun sebelumnya,
sebab pandemi. Jadi sering di rumah, banyak waktu scroll medsos, apalagi
setelah kenal base diskon. Akhirnya keracunan iklan, produk, promo.
Sejujurnya aku bukan tipe orang yang suka belanja, alias
akutu hemat bgt. Pas itu mikirnya, "sekali-kali gapapa lah". Akhirnya
checkout terus menerus. YOLO, mumpung diskon nih. Padahal kalo dipikir ga
perlu-perlu amat, barang yang lama masih ada.
Apa yang disesali? Ada barang yang belum kepake nyampe
sekarang. Numpuk doang. Baik itu barang berfaedah, atau memang less faedah
korban laper mata. Ada juga yang niatnya "gapapa beli aja, nanti bisa
dijual lebih untung". Emang gaada passion jualan, akhirnya ga kejual juga.
Singkat cerita, aku masih berpikir yang kulakuin itu wajar
aja sih? Maksudku ya ga buruk juga. Toh aku juga ga boros orangnya, cuma
sesekali itupun belanja pake uang sendiri.
Sampe akhirnya diajak ibu buat beberes baju lama yang numpuk
di lemari. Sebenarnya aku orangnya 'eman'an, selalu menghargai barang dan mikir
ini semua ada kenangannya. Tapi diingetin sama beliau, "hisabnya di
akhirat berat".
Sering bgt ibu ngingetin ttg hisab harta benda. Nyampe
beliau juga gamau punya rumah besar, hisabnya berat. Dan aku juga seringnya
dengar masuk telinga kanan, keluar telinga kiri. Tapi entah waktu itu tertarik
buat riset dikit, alias googling wkw. Apa sih hisab yang dimaksud?
Yang pada intinya aku jadi ngeh, berapa banyak harta bendamu
yang bermanfaat? Berapa banyak harta bendamu yang sia-sia? Barang yang kamu
miliki itu kebutuhan atau sekedar keinginan? Apakah barang-barangmu terpakai
atau sekedar jadi pajangan? Apakah kamu ngga merasa mubadzir? Dst. Deg.
Coba liat lemari bajumu, rak sandal-sepatu, rak skincare-makeup, rak buku, gantungan tas, berapa banyak barang yang benar-benar dipakai? Atau sisanya cuma jadi barang pajangan buat memuaskan nafsu mata dan kepuasan duniawimu itu? Atau malah dibiarkan nyampe berdebu? Deg (lagi).
![]() |
| pict: pinterest |
Jadi gaya hidup minimalism marie kondo yang belakangan
diminati millenials, sebenarnya sejak awal udah diatur dalam hukum hisab harta
benda dalam islam. Dan keduanya bisa bersinergi jadi value gaya hidup yang dinamis
untuk sekarang.
Intisari, softly reminder:
- jangan lapar mata, bedain antara kebutuhan dan keinginan.
- dalam beberapa hal, diskon dan promo ga membantumu berhemat. Tapi membuatmu jadi makin boros.
- sumbangin barang yang
ngga terpakai buat orang lain yang membutuhkan.
ushiikum wa iyyaya nafsii,
dew.
Reviewed by dew
on
Juli 11, 2021
Rating:


Tidak ada komentar: