Hai! mau dengar cerita?
Cerita tentang jantung, hati. Tentang pusat kehidupan.
Wisata masa lalu, edisi gamon. Mungkin kedepannya bakal kutulis beberapa cerita tentang masa lalu. Apapun itu, yang sekiranya sayang untuk dilupakan.
Kalau biasanya di sekolah ada bel elektrik yang dibunyikan dengan tombol, dengan nada bermacam-macam. Di SD-ku dulu (dan mungkin kebanyakan sekolah), bunyinya 'teeeeeeeeeeet'. Di sekolahku cukup berbeda, namanya jaros. Ngga bermaksud pick me edisi sekolah, haha. Tapi menurutku ini unik banget, ikonik.
Jaros ini bel besar. Waktu SD, aku sering baca dulu di suatu novel legend, cerita tentang jaros ini. Dan waktu aku baru mulai sekolah disini, excited bukan main. Ternyata jaros di (cabang) sekolahku ini ngga sebesar yang dibayangin sebelumnya. Tapi cukup besar, yang pasti lebih besar dari kepalaku. Ditempatkan di tengah sekolah, tempat paling strategis dan dekat gedung kelas. Suaranya nyaring (banget), bisa terdengar nyampe ujung ke ujung yang luasnya puluhan hektar. Kedengaran walaupun lagi di dalam kamar, pojokan kelas, atau kamar mandi sekalipun.
Dan ini adalah jaros yang mengatur waktu buat seluruh kegiatan harian. Mulai dari bangun tidur, sampe tidur lagi. Khususnya buat kegiatan akademik di jam tertentu, misal waktu belajar pagi, siang dan malam, juga kegiatan non-akadmik, dan kegiatan accidental lain seperti rapat atau perkumpulan dadakan. Fungsinya sama kayak bel di sekolah kebanyakan. Waktu jaros bunyi, semua santriwati tau apa yang harus dilakukan. Semua bergegas, berjalan cepat, bahkan berlari. Disiplin waktu adalah yang paling utama. Telat satu detik, hukuman biasanya sih dijemur waktu jam istirahat. Dengan papan tulis kapur besar di depannya, tertulis jelas nama, identitas kelas, rayon, dan kesalahannya. Malu? Banget! :')
Siapa yang bertugas mukul jaros? Ada ukhti-ukhti dari beberapa divisi organisasi yang bertugas mukul jaros sesuai jadwal dan gilirannya masing-masing. Dan aku pernah jadi bagian dari mereka, di divisi yang cukup penting dan krusial buat kegiatan akademik. Bisa dibilang, berhaibah dan disegani. Waktu dapat tugas buat mukul jaros, rasanya ada feels tersendiri kalau mengingat jaros ini memegang jalannya kegiatan seluruh santriwati. Berat, bukan karena jarosnya besar, tapi amanahnya yang berat. Harus tepat waktu, stand by berdiri di depan jaros minimal dua menit sebelum waktu jaros dibunyikan. Harus memukul dengan ritme yang benar, jumlah pukulan yang benar, menjaga ekspresi agar tetap berhaibah, mengatur agar suaranya tidak bertabrakan dengan jaros lain. Dan harus hati-hati biar tangan ngga kejepit pemukul jarosnya, hahah sakit banget cuy.
Ada cerita lucu tentang jaros ini. Bukan lucu juga sih, biasa aja. Tapi berkesan buatku. Di suatu hari, semua jaros dibunyikan lebih lambat 5 menit dari biasanya. Disitu aku bertanya-tanya, 'apa jamku telat?' kutanya teman-teman lain, semua sama. Kok jarosnya telat?! Kami kelabakan. Ternyata, ada info kalau belakangan ini jam kami satu sekolah telat 5 menit lebih lambat dari jam di khorij (re: luar sekolah kami) yang seharusnya. Karena kami ngga pake gadget dan alat elektronik sama sekali, kami ngga bisa lihat jam dunia. Jadi kami satu sekolah yang menyesuaikan jam dengan jaros.
Setelahnya aku sadar, woah... jaros ini pengaruhnya besar banget. Semisal, andai jam seharusnya adalah jam 9 malam. Tapi jaros dipukul 10 ketukan yang menunjukkan jam 10 malam. Apalagi waktu bisa dimanipulasi sama ukhti-ukhti yang bertugas. Who knows? Tentu saja kami ikut jaros. Karena kami bisa dikatakan 'buta' sama jam dunia, wkwk. Tapi belum pernah sih kejadian begitu. Paling waktu yang berubah cuma beberapa menit, dan bukan masalah yang sangat besar. Itulah kenapa, jadi daaqot-ul-jaros (re: pemukul jaros) berat amanahnya.
Sekian cerita tentang jantung kehidupan~
Ps: ngga punya foto jaros sendiri, haha. Dulu ngga punya kamera, jadi ngga ada kesempatan buat foto jaros kesayangan. Keburu lulus sayaa. Pict ambil dari facebook, credits to owner :>
Salam, Dew.
Wisata Masa Lalu #1 Jaros
Reviewed by dew
on
Oktober 25, 2021
Rating:
Reviewed by dew
on
Oktober 25, 2021
Rating:


Tidak ada komentar: