Sedikit belajar, dari pentingnya sedikit merendahkan diri dan menghilangkan ego masing-masing. Yang kukira tidak akan berubah, ternyata luluh dengan saling instrospeksi diri dan menyadari kesalahan masing-masing. Ternyata meminta maaf tidak sesulit itu. Kebaikan akan dibalas kebaikan, walaupun diawali perselisihan dan masing-masing hati yang sekeras batu.
Kuhargai, terima kasih sudah merendahkan hati, melawan gengsi dan (mungkin) rasa malu. Ternyata, kita tidak jauh beda (menurutku). Kukira aku bukan orang pemaaf. Terlalau fokus pada kekurangan dan ego-ku. Entah apa yang membuatku jadi mudah merendah dan menyalahkan diri sendiri, dalam hal yang bukan salahku sepenuhnya. Kenapa cuma aku yang bersalah? Kenapa cuma aku yang minta maaf? Sejujurnya masih ada yang mengganjal. Sehingga kedepannya aku berencana untuk tidak peduli, biar tetap jadi penyakit hati yang entah kapan hilangnya. Padahal awalnya kupikir "Biar Allah saja yang pemaaf, aku tidak". Tapi ternyata aku cukup baik juga, (kepedean) haha. Dan akhirnya semua sudah selesai.
Semoga kedepannya semua orang jadi pribadi yang lebih baik lagi. Aamiin.

Tidak ada komentar: