CATHARSIS

banner image

Main Menu Bar

Disakiti Ekspektasi Sendiri

GA BISA NULIS :(((



Ga tau mau nulis apa. Benci banget kalo udah di fase quarter life crisis. Lelah hayati. Aku tau hampir semua orang pernah, mungkin, atau bakal mengalami fase ini. Dan gimana cara mereka melaluinya? Gimana cara mereka untuk tetap survive? Walaupun cukup kedamaian dalam pikiran. Mindfullness, itu yang diharapkan.
Ga tau mau ngapain, yang kutau di pikiranku ada benang kusut. Mau ditulis juga bingung. Tapi rasanya butuh ditumpahkan. Yaudah ditulis aja, toh ngga ada yang lihat? Ya, tulis aja. Diurutkan, diruntut benang kusutnya. Sebenarnya, salahnya mulai dari mana? Coba lihat ke belakang.

-Sebuah refleksi-
Apakah standar yang kamu buat terlalu tinggi?  
Yang ingin kamu lakukan murni keinginanmu, atau harapan orang lain?
Apa yang kamu cari dalam hidup?
Seberapa lama lagi hidupmu? Apa yang ingin kamu lakukan?
Apa kekuranganmu yang paling prioritas untuk dibenahi?

Kalau bisa membalikkan waktu, mungkin mau balik ke waktu aku baru lahir. Memperbaiki kesalahan yang disadari. Belajar psikologi terkadang bikin aku ngelakuin self diagnose. Salah sih, tapi juga ngga sepenuhnya salah. 

Jadi, di waktu yang ngga bisa diulang ini apa yang harus dilakukan?
Biar mengalir saja seperti air?
Melawan arus, cari jalan lain?
Menurunkan standar dan berhenti jadi idealis?


Dan akhir kata, masih belum ketemu jawabannya. 
Disakiti Ekspektasi Sendiri Disakiti Ekspektasi Sendiri Reviewed by dew on Januari 23, 2022 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.