CATHARSIS

banner image

Main Menu Bar

Tidak Layak Dicintai

       Tulisan ini adalah tulisan saya sebelumnya di Quora. Menjawab pertanyaan 'kenapa saya tidak layak dicintai?', dan ini adalah jawaban saya. Yang saya tulis dibawah ini konteks cintanya dalam hal pacaran. Karena usia saya 21 tahun, dimana usia 20-an kebanyakan muda-mudi sedang dalam fase menggebu-gebu dalam hubungan 'pacaran' (berdasarkan pengamatan saya).

Here we go

 1. Saya tidak cantik. Paling tidak buat standar kecantikan di Indonesia, saya ngga cantik. Saya tidak putih, tidak tinggi, langsing, putih mulus seperti bihun rebus. Saya dipenuhi insecure. Apa masih ada laki-laki yang tidak memandang fisik? Saya pribadi tidak yakin. Tidak bermaksud menggeneralisir, nyatanya mereka makhluk visual, jadi bisa berharap apa? Dan rasanya dibanding-bandingkan itu sakit. Tapi kalau dipikir-pikir, itu hak mereka mau memandang fisik atau tidak. Kalaupun fisik jadi segalanya, berarti memang bukan waktunya bagi saya untuk berharap. Lebih baik tidak usah berharap sama sekali. Bukannya saya tidak peduli dengan penampilan fisik, saya pun (sedang) berusaha. Tapi adakalanya yang Allah beri sejak awal memang tidak sesuai dengan selera lelaki kebanyakan, atau memang usaha saya yang kurang keras. Alhamdulillah sudah diberi tubuh yang sehat dan lengkap.

2. Saya kehilangan kepercayaan dengan laki-laki. Orangtua kandung saya cerai waktu saya masih TK, sebabnya ayah kandung saya selingkuh dan pembohong. Ayah kandung saya tidak pernah menafkahi 3 anaknya. Kami sangat jarang bertemu, tidak sampai 5 kali selama hidup kami pernah bertemu. Saya juga tidak dekat sama ayah sambung saya. Saya juga masih tidak paham kenapa saya begini, saya tertutup termasuk ke keluarga sendiri. Sampai sekarang, saya tidak pernah dekat ke satupun laki-laki. Sekalinya dekat dalam waktu yang singkat itupun gagal. Mistrust.  Mungkin belum waktunya.

3. Yang saya pelajari kalau pacaran itu dosa. Saya lulusan pondok, 7 tahun di pondok khusus putri. Setelah lulus pondok, saya berusaha untuk menghindari kontak fisik (termasuk salaman atau menatap wajahnya dan khalwat sama laki-laki yang bukan mahram. Saya jadi canggung buat komunikasi sama laki-laki, walaupun dalam hal biasa (urusan organisasi misalnya). Asumsi saya, karena saya menjaga jarak itu, di umur ke 21 ini tidak ada laki-laki yang tertarik mendekati saya (selain karena saya tidak cantik). Jadi saya canggung, mereka pun canggung. Masih blunder saja disitu. 

4. Saya tidak menarik. Saya rendah diri. Banyak yang kurang dari diri saya sehingga merasa tidak pantas dicintai. Menurut saya, perempuan itu yang dilihat dua. Satu, cantiknya; dua, pintarnya. Saya tidak cantik, dan saya tidak pintar. Walaupun menurut saya, saya punya kepribadian yang baik. Di kampus pun yang saya lakukan biasa saja. Belajar, nugas, ngobrol sama teman yang sefrekuensi dengan saya. Saya jarang main keluar rumah, hidup saya tidak menarik buat laki-laki yang mencari keindahan dan romantisme cinta duniawi.

5. Saya punya prioritas lain. Masih ada cita-cita yang belum tercapai, masih ada orangtua yang belum saya bahagiakan. Saling cinta (pacaran) menurut saya membuang-buang waktu, tenaga dan biaya. Walaupun dari lubuk hati terdalam saya juga ingin merasa mencintai dan dicintai, sebagaimana afeksi adalah salah satu tugas masa perkembangan fase dewasa awal.

       Ngga sadar, ternyata banyak juga yang saya tulis. Dan dari kekhawatiran saya ini, saya takut di kemudian hari kalau saya masih begini saja, saya akan dicap (maaf) perawan tua. Stigma yang kurang baik, bahkan dari keluarga sendiri, semoga tidak terjadi demikian. Semangat, perjalanan masih panjang. Masih bisa memperbaiki diri jadi lebih baik. Belajar mencintai diri sendiri sebelum mencintai dan cukup pantas untuk dicintai orang lain.

Semoga kita semua dimudahkan urusan rezeki dan jodoh dunia akhirat. Aamiin allahumma aamiin.


Salam, Dew.

Tidak Layak Dicintai Tidak Layak Dicintai Reviewed by dew on Mei 31, 2021 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.